• Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
Kamis, September 17, 2026
Bung Is
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
No Result
View All Result
Bung Is
No Result
View All Result

Booster dan Omikron  

Januari 16, 2022
in Refleksi
Lilin Kecil
Share Postingan ini :

AKHIRNYA negara ini mewujudkan aspirasi rakyat melindungi diri dari serangan corona. Virus menakutkan yang sudah menewaskan puluhan jutaan penduduk dunia itu harus lenyap dari bumi. Setelah vaksin dosis I dan II digratiskan, kini booster (vaksin penguat antibodi) juga kembali diberikan secara cuma-cuma untuk anak-anak bangsa.

Tadinya, booster di fasilitas kesehatan berbayar. Berapa tarifnya? Rakyat harus merogoh isi kocek sebesar Rp300 ribu untuk peserta mandiri. Bagi warga penerima bantuan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinyatakan gratis. Tidak sampai dua pekan, penetapan berbayar dianulir. Presiden Joko Widodo memutuskan booster gratis hanya semata-mata untuk menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat.

Vaksin booster secara resmi disuntikkan kepada warga mulai 12 Januari. Kelompok lansia dan masyarakat yang rentan menjadi prioritas utama. Urgensi dosis ketiga ini kian besar karena munculnya varian baru Covid-19 bernama omikron yang daya tular lima kali lebih besar dari varian delta.

ArtikelTerkait

Corona Belum Musnah!

Berkalang Limbah

Ini ikhtiar negara meningkatkan kekebalan. Penggratisan ini juga adalah wujud keadilan! Karena belum membaiknya tingkat perekonomian yang berdampak pada daya beli rakyat. Ada lima merek vaksin direstui Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Republik Indonesia sebagai booster.

Kelima merek vaksin itu adalah Coronavac (Sinovac), Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax. Baru dua merek yang berlabel halal, yakni Sinovac dan Zifivax. Vaksin ini mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Publik tentu memilih yang terbaik untuk dirinya.

Vaksin ketiga gratis ini juga sebagai bentuk tanggung jawab negara. Bukan juga kemewahan jika dibandingkan negara miskin. Sebab, Indonesia bukan negara miskin. Ini negara kaya raya. Bahkan, negara ini juga percaya diri karena mampu membuat vaksin sendiri. Namanya vaksin Nusantara.

Sebelum booster disuntikkan, negara harus kembali memastikan lebih dari separuh bahkan 100% warganya menerima vaksin I dan II. Indonesia patut berbangga, karena termasuk lima negara di dunia  yang paling banyak memberikan vaksin kepada rakyatnya. Negeri ini sudah lebih dari 270 juta dosis vaksin disuntikkan setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, dan Brasil.

Ini adalah bentuk diplomasi kesehatan bahwa Indonesia sangat memegang teguh arti keselamatan nyawa rakyat. Diplomasi ini terus berkibar menjadi skala prioritas. Buktinya vaksin ketiga dinyatakan gratis! Bahkan, wabah ini juga mengajarkan rakyat untuk memperbaiki ketahanan kesehatan baik tingkat nasional maupun global.

Dan Indonesia harus mencontoh Israel!  Negara kecil berpengaruh sangat luar biasa itu menyatakan 250 ribu warga sudah divaksin dosis keempat sejak otoritas memberikan booster kepada lansia dan tenaga kesehatan. Bahkan, mendatangkan 5.000 dosis pil antivirus buatan Merck. Ini bentuk kecintaan negara. Rumah sakit menggunakan pil untuk pasien omikron.

Yang jelas, meski memiliki daya tular tinggi, omikron tidak pula  menyebabkan keparahan seperti varian delta. Penderita omikron hanya menderita gejala ringan, bahkan tanpa gejala. Namun perlu diwaspadai. Ada pula yang berpendapat, masa inkubasi infeksi omikron lebih pendek.

***

Pernyataan yang mencengangkan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan vaksin Covid-19 perlu diperbarui jika ingin memberikan perlindungan lanjutan terhadap varian baru seperti omikron. Dan peneliti dari Center for Disease Control (CDC) Amerika Serikat memublikasikan media antara paparan omikron dan timbulnya gejala hanya tiga hari.

Bahkan, awal Januari 2022, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan gejala varian omikron perlu waspada kendati gejalanya tidak berat ketimbang delta, apalagi yang sudah divaksin. Saat ini dilaporkan, angka Covid-19 di dunia terus meningkat tajam.

Laporan terkini, 7 Desember 2021, penambahan kasus Covid-19 per hari di dunia ialah 692.577. Angka ini melonjak lebih tinggi menjadi penambahan 2.879.121 kasus sehari pada 7 Januari 2022. Bahkan, lebih separuh orang di Eropa diperkirakan terinfeksi omikron dalam dua bulan ke depan.

Negara Paman Sam, pada 3 Januari 2022 mencatat 1.082.549 tambahan kasus dalam sehari. Ini sudah tembus di angka sejuta. Padahal, bulan lalu, 3 Desember 2021 penambahan kasus hariannya hanya 153.245 orang. Kasus di Amerika ini terjadi di tengah meluasnya varian omikron.

Di beberapa negara Asia juga mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir ini. Kasus di Jepang pada 7 Januari 2022 di angka 6.070. Sebulan lalu, kasus seharinya hanya ada 99 orang. Bagaimana Indonesia? Laporan Kemenkes, omikron mulai meningkat dalam dua pekan. Kasusnya dari 1.200 menjadi 1.400. Pada pekan terakhir mencapai 3.000 kasus. Berlipat-lipat.

Bahkan, omikron akan menggila pada Februari dan Maret mendatang. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan pemerintah daerah harus mempersiapkan diri mengantisipasi gelombang omikron dari libur Tahun Baru 2022 lalu. Sejak awal diingatkan, agar menahan diri tidak liburan pada saat hari libur panjang.

Ternyata kenaikan kasus omikron di Indonesia banyak disumbangkan pelaku perjalanan luar negeri. Dari 506 kasus terkonfirmasi, ternyata 84 kasus merupakan transmisi lokal. Negeri ini harus bersiap menghadapi gelombang omikron. Mengingat karakteristik omikron memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat dan meluas.

Paling mengerikan,  kata dosen Fakultas Psikologi UGM, Diana Setiyawati, belajar dari wabah flu spanyol banyak bayi yang dikandung dan dilahirkan pada masa pandemi ditemukan mengalami risiko kesehatan dan disabilitas yang tinggi. Sebab, bayi ini melalui perkembangan krusial ketika sistem kesehatan sedang difokuskan pada penanggulangan pandemi.

Kondisi ini berimbas pada kurangnya perhatian terhadap aspek kesehatan dan sektor kehidupan lainnya. Seperti penguatan sistem kesehatan yang berbasis sekolah. Dan tidak kalah penting penguatan keluarga agar memiliki kemampuan serta kepiawaian dalam menghadapi berbagai tekanan dari pandemi Covid-19 yang sudah beranak pinak selama dua tahun ini..

Indonesia tidak mau lagi masuk ke lubang yang sama. Pada Mei—Juni 2021, wabah corona merajalela di negeri ini. Setiap hari puluhan bahkan ratusan termasuk tenaga kesehatan meregang nyawa akibat corona. Bagaimana pun juga, ancaman omikron saat ini janganlah dianggap remeh temeh.

Program vaksin booster yang dimulai 12 Januari 2022, bukan hanya isapan jempol belaka. Tenaga kesehatan harus bekerja keras lagi. Dosis I baru mencapai 75%, sedangkan dosis II tercapai 53% dari jumlah penduduk Indonesia. Kini, vaksin penguat antibodi akan digencarkan–hanya gara-gara omikron beserta varian baru lagi booming hasil dari hasil mutasi. ***

 

Share Postingan ini :
Previous Post

Dosis Ketiga   

Next Post

Lampung Digjaya  

Artikel Terkait

Lilin Kecil
Refleksi

Corona Belum Musnah!

Lilin Kecil
Refleksi

Berkalang Limbah

Lilin Kecil
Refleksi

Lampung Mendunia

Lilin Kecil
Refleksi

Bayar Mahal     

Lilin Kecil
Refleksi

Politikus Berakrobat        

Lilin Kecil
Refleksi

Entrepeneur Lokal    

Next Post
Lilin Kecil

Lampung Digjaya  

Lilin Kecil

Budak Modern    

Lilin Kecil

Pejuang Sakti

Kapolda Lampung Buka Pembekalan Jurnalistik Bagi PJU dan Kapolres

Kapolda Lampung Buka Pembekalan Jurnalistik Bagi PJU dan Kapolres

Lilin Kecil

Nahdliyin Era Digital 

Artikel Terbaru

Keterangan Ahli Pers Menegakan Wibawa Profesi dan Etika Jurnalistik

Pers sebagai Mitra Strategis dan Penyedia Solusi Konstruktif

Wakabid Pendidikan PWI Pusat Umumkan 31 Wartawan Kompeten UKW PWI Lampung

Buku Transformasi SDM Pendidikan Islam Di Era Globalisasi

Perkuat Fungsi Pers, LPEF Kawal Peningkatan Kualitas SDM

PWI Pusat Tetapkan Marthen Jadi Sekjen, Iskandar sebagai Wakabid Pendidikan

Facebook Twitter Instagram Youtube
Bung Is

Platform Bung Is berperan sebagai repositori media yang menjaga integritas jurnalistik melalui penguatan kompetensi dan etika profesi oleh Dewan Pers juga PWI di era digital. Seluruh konten, termasuk podcast dan opini, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menghadapi tantangan teknologi serta memajukan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Beranda
Refleksi
Bung Is Menyapa
Nuansa
Opini
Buku & Jurnal
Peraturan
Pedoman
Nota Kesepahaman Pers

Aktivitas
Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist