• Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
Kamis, September 17, 2026
Bung Is
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
No Result
View All Result
Bung Is
No Result
View All Result

Atmosfer Industri Baru

Juli 10, 2016
in Refleksi
Lilin Kecil

ArtikelTerkait

Corona Belum Musnah!

Berkalang Limbah

Share Postingan ini :

JALUR neraka itulah yang pantas disandang jalan tol yang dilalui pemudik di sepanjang ruas Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa. Neraka karena jalan tersebut tak luput menelan korban jiwa. Kematian 12 orang di Tol Brebes menjelang Lebaran 2016 adalah pukulan telak Kementerian Perhubungan yang lalai mengatasi kemacetan lalu lintas.
Banyak orang menghindari kemacetan—bermudik ria usai salat Idulfitri. Faktanya, sebelum atau sesudah Lebaran, masih juga terjadi kemacetan di jalan tol. Tol Cikampek, contohnya. Pemudik dengan enaknya memarkir mobil di bahu jalan karena rest area disesaki pemudik. Akibatnya, lalu lintas tersendat—macet puluhan kilometer tak bisa dihindari.
Pemudik mengabaikan keselamatan. Sampah pun berserakan di jalan bebas hambatan tersebut. Kementerian Perhubungan sebagai “komandan” yang dipercaya mengelola angkutan Lebaran harus bersikap tegas mengeluarkan kebijakan—mengatur bagaimana arus kendaraan yang lalu lalang di bumi Nusantara ini tidak macet berjam-jam di bawah terik sinar matahari.
Dari tahun ke tahun, setiap Lebaran, kemacetan selalu berulang. Harusnya kemacetan pada musim mudik dan balik bisa diatasi dengan manajemen kendaraan yang tepat. Kita tahu, jika jumlah kendaraan yang melewati jalur mudik tidak diatur dengan baik, akan terjadi kemacetan yang parah.
Kementerian Perhubungan dan kepolisian yang mempunyai kewenangan mengelola arus lalu lintas. Kuncinya adalah berkoordinasi mengantisipasi kemacetan. Tindakan pencegahan dari kepolisian dengan menyiagakan personel di titik rawan kemacetan. Jika pemudik tidak mematuhi peraturan, petugas pun tidak segan-segan menerbitkan surat tilang atau denda.
Terhadap pernyataan Menhub Ignasius Jonan yang meninggal dunia sebanyak 12 orang karena penyakit yang diidap sebelum mudik di Tol Brebes, anggota Komisi V DPR, Yudi Widiana, menyayangkan tudingan itu. “Komunikasi harus ditingkatkan. Jangan saling menyalahkan. Sudah jelas komandonya di tangan Menhub,” kata Yudi.
Sebagai pembantu presiden, Menhub Jonan sebagai komandan tim arus mudik harus lebih cermat. Apalagi, dia dibantu juga Basarnas, BMKG, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, dan perusahaan moda angkutan agar mengelola mudik berjalan lancar dan transparan.
Harusnya, ketika ngumpul bareng di Posko Pantau Lebaran Kemenhub, mereka dengan mudah melakukan koordinasi menyelesaikan semua persoalan kemacetan. Bangsa ini perlu melakukan evaluasi secara serius, macet arus mudik selalu berulang. Tim regulasi, infrastruktur, kesehatan melakukan evaluasi total sehingga tahun depan tidak terulang lagi.
***
Penurunan angka kecelakaan arus mudik tahun ini, aparat patut mendapat penghargaan dari bos. Pemudik juga mengapresiasi kinerja aparat karena mudik ke kampung halaman dengan beragam cara itu bisa berjalan lancar. Menurut Jonan, masyarakat lebih banyak menggunakan angkutan udara. Pengguna angkutan udara meningkat 7,62%, sementara angkutan umum darat menurun 7,8%.
Ini fenomena tersendiri karena meningkatnya daya beli rakyat terhadap angkutan udara. Luar biasa hebat perbaikan perekonomian bangsa. Data Kemenhub untuk jalur darat, terungkap persentase korban kecelakaan terjadi penurunan sebesar 21% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Angka penurunan yang fantastis itu terhitung hari keenam sebelum Lebaran hingga hari pertama Idulfitri, Rabu (6/7).
Menurunnya penumpang transportasi darat banyak disebabkan belum optimalnya pelayanan dan jaminan keamanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Masih banyak ditemukan hasil tes urine awak yang mengonsumsi narkoba dan banyak bus tak laik jalan. Mereka pun harus memperbaiki diri sehingga peminat angkutan umum bisa meningkat tahun depan.
Tentang keamanan, Polda Lampung dan Korem Garuda Hitam melipatkan dua kali kekuatan personel agar Lebaran 2016 berjalan aman. Kapolda Brigjen Ike Edwin menjamin pemudik dari berbagai provinsi di Sumatera—melalui Bumi Lampung—merasa nyaman. Bentuk pengamanan itu dengan disebarnya puluhan penembak jitu (sniper) dari Satuan Brimob.
Terminal Rajabasa sebagai ikon Kota Seribu Tapis tak luput dari perbaikan pelayanan untuk pemudik. Gubernur Lampung Ridho Ficardo menjamin keamanan arus mudik dan balik. Saat meninjau terminal sebelum Idulfitri, Ridho mengisahkan pengalamannya ketika masa SMA Alkautsar (yang terletak di belakang Terminal Rajabasa). Teman-teman kelasnya melihat langsung aksi kriminalitas, bahkan menemukan mayat. Seram sekali Terminal Rajabasa saat itu.
Kesungguhan mengupayakan mudik nyaman dan aman itu ditunjukkan dengan sangat serius. Kendati perbaikan infrastruktur belum sempurna termasuk di Lampung. Setidaknya, lampu penerangan jalan serta perbaikan ruas jalan yang dilalui pemudik tak berlubang lagi seperti bulan yang lalu.
Kepiawaian dibarengi kecerdasan emosional mengelola mudik menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang beradab. Sebab, mudik Lebaran tidak lagi sebagai tradisi pulang kampung, tetapi sebuah industri baru tahunan, melibatkan banyak sumber daya dan energi yang menggerakkan perhelatan akbar—memindahkan uang dari kota ke desa. ***

 

Share Postingan ini :
Previous Post

Berhitung Sidang Isbat

Next Post

Vaksin Anak Tidak Kuat

Artikel Terkait

Lilin Kecil
Refleksi

Corona Belum Musnah!

Lilin Kecil
Refleksi

Berkalang Limbah

Lilin Kecil
Refleksi

Lampung Mendunia

Lilin Kecil
Refleksi

Bayar Mahal     

Lilin Kecil
Refleksi

Politikus Berakrobat        

Lilin Kecil
Refleksi

Entrepeneur Lokal    

Next Post
Lilin Kecil

Vaksin Anak Tidak Kuat

Lilin Kecil

Pokemon Go Menyihir

Lilin Kecil

Srikandi Urus Kemiskinan

Lilin Kecil

Bikini Bikin Heboh

Lilin Kecil

Istana Pasir Susunanbaru

Artikel Terbaru

Keterangan Ahli Pers Menegakan Wibawa Profesi dan Etika Jurnalistik

Pers sebagai Mitra Strategis dan Penyedia Solusi Konstruktif

Wakabid Pendidikan PWI Pusat Umumkan 31 Wartawan Kompeten UKW PWI Lampung

Buku Transformasi SDM Pendidikan Islam Di Era Globalisasi

Perkuat Fungsi Pers, LPEF Kawal Peningkatan Kualitas SDM

PWI Pusat Tetapkan Marthen Jadi Sekjen, Iskandar sebagai Wakabid Pendidikan

Facebook Twitter Instagram Youtube
Bung Is

Platform Bung Is berperan sebagai repositori media yang menjaga integritas jurnalistik melalui penguatan kompetensi dan etika profesi oleh Dewan Pers juga PWI di era digital. Seluruh konten, termasuk podcast dan opini, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menghadapi tantangan teknologi serta memajukan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Beranda
Refleksi
Bung Is Menyapa
Nuansa
Opini
Buku & Jurnal
Peraturan
Pedoman
Nota Kesepahaman Pers

Aktivitas
Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist