AKU bangga menjadi warga Lampung. Kebanggaan itu muncul setelah Presiden Joko Widodo memproklamasikan bahwa Lampung ini hebat. Mengapa? Karena pembangunan jalan tol di Bumi Ruwa Jurai supercepat. “Perkembangan tol trans-Sumatera di Lampung cepat sekali. Bahkan pembebasan lahan selesai terlalu cepat, kerja hebat. Saya kaget, konstruksinya sudah sampai 7,8 kilo (meter, red),” kata Presiden dalam konferensi pers di Sabahbalau, Lampung Selatan, Kamis (11/2).
Kehebatan itu disampaikan Jokowi saat dia melihat perkembangan pembangunan jalan tol di Lampung. Dalam wawancara, khususnya dengan media asing Bloomberg di Sabahbalau. Jokowi memaparkan kemajuan proyek tol agar dunia internasional mengetahui proyek infrastruktur di Indonesia berjalan baik. Tidak hanya di Lampung, Jokowi berbicara soal kemajuan jalan tol Tanah Lada, di arena KTT AS-ASEAN pada awal pekan lalu, juga menyampaikan hal yang sama. Suatu kebanggaan bagi bangsa ini.
Dalam forum internasional itu, Jokowi berucap perubahan mendasar yang dilakukan Indonesia dalam satu tahun terakhir adalah percepatan pembangunan infrastruktur. “Saya tunjukkan pada Anda beberapa proyek infrastruktur kami, di antaranya jalan tol trans-Sumatera, yang dimulai tahun lalu,” kata Presiden di hadapan delapan jurnalis dari lima negara berbeda, yaitu Laos, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.
Dalam akun resmi Facebook dilengkapi sejumlah foto berlatar belakang pembangunan jalan tol, Jokowi menulis: “Saya mendatangi lagi lokasi pembangunan jalan tol trans-Sumatera di Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan. Ini kunjungan saya keempat di Lampung. Hasilnya menggembirakan. Perkembangannya sangat cepat sekali. Kalau pembangunan berjalan sesuai rencana, akan meningkatkan kepercayaan kepada pemerintah. Tadi saya lihat konstruksi jalan yang sudah dicor sejauh hampir 8 km. Pada saat Lebaran beberapa ruas sudah dapat dicoba. Saatnya melayani rakyat”.
Luar biasa memang. Dikutip lampost.co, Jokowi juga memuji dan mengapresiasi kinerja Gubernur Lampung Ridho Ficardo. “Pak Gubernur kerjanya cepat, pembebasan lahan cepat. Saya malah dikomplain Pak Gubernur karena pendanaan dari pusat yang lambat,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Lampung penuh kejutan. Jokowi perlihatkan ke mata dunia bahwa Indonesia lagi serius membangun. Salah satunya proyek infrastruktur jalan tol di Lampung.
***
Tanah Lada ini memang hebat dan kaya raya. Selain jalan tol lebih awal di Sumatera, Lampung menjadi sentra penghasil kopi petani untuk Indonesia. Sikap tegas itu menjadi keseriusan bangsa ini untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatdi Bumi Ruwa Jurai. Wapres Jusuf Kalla (JK) dalam kunjungannya ke Lampung, Sabtu (13/2), mengatakan itu.
Produktivitas kopi Lampung diharap mampu membawa perubahan wajah perkopian di Tanah Air. Harga kopi di tingkat petani harus diperbaiki. Hal itu harus dilakukan agar pendapatan petani kopi makin meningkat seiring majunya perkopian nasional. Petani kopi di Lampung harus menjadi orang pertama merasakan manisnya bisnis kopi.
Seiring Lampung sudah mendunia karena kopi dan infrastruktur sangatlah wajar jika Gubernur Ridho mengingatkan delapan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang baru dilantik Rabu (17/2). Bupati dan wali kota harus mampu memacu dan menyinergikan pembangunan untuk kepentingan rakyat. Saatnya khalifah pilihan rakyat melayani publik.
Janji kampanye pada saat pemilihan harus direalisasikan. Janji itu kini menjadi harapan publik agar bisa hidup lebih sejahtera dan bermartabat. Rakyat butuh makan. Bukan bualan politik lagi yang harus disodorkan ke rakyat. Rakyat butuh kepastian. Sebagai penggerak pembangunan, kepala daerah dituntut berpikir visioner, berinovasi bagi kemajuan daerah.
Masih banyak ruang inovasi dan kerja kreatif yang bisa dilakukan di kabupaten dan kota untuk membuat rakyatnya tertawa. Jangan sampai kepala daerah baru yang dilantik itu mengganggu serapan APBD yang sudah ditetapkan. Kekhawatiran ini sangat wajar mengingat tender proyek APBD dimulai Februari berbarengan pelantikan kepala daerah.
Bisa jadi keinginan itu sudah ada, kepala daerah mengubah tender yang sudah berjalan karena ingin balas budi kepada tim sukses. Atau cukong politik yang telah berjasa sebagai penyandang dana dan memberi “vitamin” dukungan saat pemilukada lalu. Politik balas budi dan memperkaya diri akan dilakukan kepala daerah untuk orang-orang yang berjasa selama kampanye. Saatnya polisi dan jaksa membuka mata dan telinga terhadap proses tender yang dilakukan satuan kerja di delapan kabupaten dan kota. ***


