TELEPON genggamku berdering sekitar pukul 16.11, Jumat (6/11). Pesan dari pejabat Humas Pemprov Lampung memberitahukan bahwa pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pemimpin redaksi (pemred) media cetak dan elektronik di Lampung dimajukan jadwalnya. Semula pukul 20.00 menjadi pukul 17.30.
Kunjungan Presiden dengan sejumlah menteri ke Lampung itu, di antaranya melihat kemajuan pembangunan jalan tol trans-Sumatera di Sabahbalau, Lampung Selatan. Jokowi juga mengagendakan bertemu pemred untuk mendengar secara langsung dinamika kehidupan rakyat serta hambatan pembangunan selama satu tahun terakhir.
Saat memasuki sebuah ruangan di lantai 11 The 7th Hotel Bandar Lampung, Jokowi menyapa lalu bersalaman dengan pemred yang sudah menunggu beberapa menit di hotel tersebut. Presiden mengenakan kemeja putih lengan panjang membuka percakapan bahwa Lampung ini adalah provinsi yang sering dikunjunginya.
“Silakan apa yang menjadi persoalan di Lampung, asal jangan tanya soal reshuffle kabinet ya,” kata mantan Wali Kota Solo itu sambil tersenyum. Untuk pertama, saya diminta teman-teman menyampaikan masukan untuk Presiden. Sambil mengenalkan diri, saya menceritakan bahwa publik mengapresiasi pembangunan jalan tol di Lampung tercepat di Indonesia.
Dengan percepatan itu pula, kataku kepada Jokowi, perekonomian Lampung akan melesat untuk dua-tiga tahun mendatang. Infrastruktur jalan, keamanan, dan listrik adalah persoalan yang menghambat lajunya pembangunan. “Jalan di Lampung terus diperbaiki. Jalan akan dicor beton sehingga bisa tahan lama. Ini sesuai dengan permintaan Pak Gubernur kepada saya,” kata Presiden.
***
Terkait ganti rugi lahan jalan tol, Presiden Jokowi mengingatkan tim yang bekerja harus lebih cermat dan cerdas sehingga ganti rugi itu pun tidak menimbulkan persoalan. Aparat dari BPN harus diganti jika tidak bekerja secara maksimal membantu pembebasan lahan. Pembangunan jalan tol ini juga disinergikan dengan fasilitas dermaga di Pelabuhan Bakauheni dan Merak.
“Penyeberangan dari Bakauheni dan Merak akan dilayani kapal-kapal besar, yang disesuaikan dengan dermaga dibangun sekarang ini. Itu harus, itu namanya tol laut,” kata Presiden. Kapal yang ada dialihkan ke dermaga kecil yang ada di Indonesia timur. Bakauheni dan Merak adalah dua pelabuhan yang buka 24 jam.
Terkait wajah Lampung langsung dilihat, dirasakan pengunjung dari udara adalah Bandara Radin Inten II. Pertemuan kemarin malam, terungkap bahwa bandara yang sumpek, ruwet, dan kotor kini sudah apik dan manusiawi walaupun belum memenuhi standar. Jokowi berjanji terus memperluas dan memperpanjang landasan pacu sehingga bandara itu akan melayani penerbangan internasional.
Dalam obrolan santai satu jam sambil minum teh, Jokowi bersama Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, mendengar keluhan pemadaman listrik—sehari bisa tiga kali. “Persoalan listrik tidak hanya Lampung. Hampir di semua provinsi yang dikunjungi, pasti keluhannya semacam ini,” ujar Jokowi.
Pembangunan pembangkit listrik menjadi titik tekan pemerintahan Jokowi-JK. Lampung memiliki potensi sangat besar untuk geotermal—energi panas bumi. Energi itu tersimpan dalam perut bumi Suoh (Lampung Barat), Ulubelu (Tanggamus), dan kawasan Gunung Rajabasa (Lampung Selatan). Energi panas bumi, kata Jokowi, kebanyakan berada di kawasan hutan konservasi. “Pengerjaan jalan menuju proyek pembangkit saja harus benar-benar dipikirkan secara matang sehingga tidak berimbas pada kerusakan hutan,” kata Presiden.
***
Terkait pembangunan pembangkit dari energi panas bumi, Jokowi secara khusus meminta Rini Soemarno memperhatikan proyek pembangunan pembangkit tenaga panas bumi di kawasan Gunung Rajabasa. Kata Rini, investor berbendera Sumitomo yang akan mengerjakan proyek tersebut.
Jokowi juga mendengarkan keluhan masyarakat soal penggunaan anggaran untuk dana desa. Lampung dialokasikan sebesar Rp648 miliar oleh Pemerintah Pusat. Dana yang dikucurkan dalam tiga tahap itu terasa belum optimal dimanfaatkan. Tapi, sebagian rakyat juga merasakannya karena langsung dikelola sesuai kebutuhan. Terkadang, kata Jokowi, dana itu bukannya untuk membangun fasilitas umum dan infrastruktur, melainkan digunakan untuk biaya jalan-jalan alias studi banding kepala desa.
Keluhan rakyat yang disampaikan dalam pertemuan pemred, kuncinya adalah paket ekonomi yang digulirkan setiap bulan oleh Kabinet Jokowi-JK. Jujur, Presiden tidak bisa memastikan ada berapa paket untuk memulihkan ekonomi. Kata dia, paket itu bisa sampai 300 jilid. “Itu tergantung kebutuhan. Kita harus membenahi regulasi yang menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Regulasi harus disederhanakan.”
Sambil bergurau, obrolan santai dengan Presiden terungkap juga bagaimana Lampung jadi daerah darurat narkoba. Karena Lampung sebagai pintu perlintasan ganja Aceh, sabu-sabu, ekstasi mancanegara. Seperti jam malam bagi organ tunggal yang diberlakukan Polda diapresiasi Presiden karena untuk mempersempit ruang gerak peredaran barang haram itu.
Begitu besar perhatian Jokowi mempercepat pembangunan untuk publik Lampung. Pers yang kritis, gubernur muda dan visioner, aparat keamanan sigap bisa membangkitkan Tanah Lada dari keterpurukan ekonomi. Kebangetan jika anak bangsa tidak ikut sama-sama menyukseskan program Nawacita Jokowi-JK dan Ridho Berbakti. ***


