• Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
Kamis, September 17, 2026
Bung Is
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
No Result
View All Result
Bung Is
No Result
View All Result

Lowongan Koruptor

Oktober 8, 2017
in Refleksi
Lilin Kecil
Share Postingan ini :

SANGAT mudah dan gampang membuka lowongan kerja sebagai koruptor. Cukup mengandalkan kerja transaksional, tebar pesona, dan saweran duit. Jika berasal dari kalangan politikus atau birokrat untuk menjadi kepala daerah, syaratnya itu sangat ampuh dan jitu meraih kedudukan. Situasi saat ini rakyat sudah terbius; ia akan membela orang yang bayar.

Setelah terpilih dan duduk menjadi kepala daerah, dia mulai menghitung dana yang sudah terkuras selama pencalonan dan pemilihan. Bagaimana cara mengembalikannya? Dia pun mencari celah untuk membayarnya. Itu mengapa selama sebulan terakhir ini kepala daerah kena target Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Fakta tidak terbantahkan. Data KPK menyebutkan sejak 2004 hingga Juni 2017, sebanyak 78 kepala daerah berurusan dengan lembaga antikorupsi. Mereka adalah 18 gubernur dan 60 wali kota dan bupati berikut wakilnya. Pemimpin rakyat itu terlibat kasus penyuapan, gratifikasi, pengadaan barang/jasa, dan tindak pidana pencucian uang.

ArtikelTerkait

Corona Belum Musnah!

Berkalang Limbah

Dan, Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis hasil surveinya pada tahun ini. Adalah parpol dan legislatif merupakan lembaga yang memiliki tingkat kepercayaan rakyat paling rendah memberantas korupsi. Sampai Juni 2017 lalu, dari semua koruptor yang ditangani KPK adalah 32% berasal dari aktor politik atau anggota legislatif yang berasal dari pusat dan daerah. Kasusnya suap, jual beli jabatan, dan mark-up.

Tidak bisa dielakkan, parpol berkubang dalam lumpur korupsi. Hanya satu atau dua parpol tegas melakukan— membantu pemberantasan korupsi. Selebihnya masih di zona nyaman—korupsi. Pucuk pimpinan parpol yang berurusan dengan KPK adalah Anas Urbaningrum (Partai Demokrat), Lutfi Hasan Ishaq (PKS), Suryadharma Ali (PPP), dan Setya Novanto (Golkar).

Belakangan karena parpol tak lepas dari kubangan korupsi dan terus menjadi sorotan rakyat, KPK berinisiatif membenahi integritasnya. KPK berkunjung ke parpol yang memiliki kursi di parlemen pada akhir Agustus. Banyak hal yang disampaikan, mulai dari rekrutmen politikus dan calon kepala daerah hingga pengelolaan keuangan partai.

Menjelang tahun politik 2018—2019, pilkada, pileg, dan pilpres—proses rekrutmen calon kepala daerah dan anggota parlemen—tidak tercela, bersih dari aib korupsi. Calon pejabat publik itu juga berkewajiban melaporkan harta kekayaan mereka. Persyaratan tersebut untuk mengikat calon pemimpin berstandar etika dan moralitas. Dalam praktik korupsi yang masif saat ini, rakyat tak boleh lagi apatis dengan politik.

Rakyat memiliki kepentingan menjadikan pilkada sebagai gerbang politik bermartabat dan bersih, tidak menyisakan persoalan dan dalam bidikan OTT KPK. Rakyat tidak memilih kandidat yang nyata-nyata miskin pengalaman, hanya bermodalkan uang dan mengandalkan tebar pesona dan duit. Dengan begitu, rakyat harus diedukasi agar hak pilih anak bangsa tidak lagi dirampok oleh segepok uang. Duit itu juga memuluskan demokrasi yang kini sudah dikuasai oleh orang-orang jahat.

***

Tak hanya kepala daerah dan anggota parlemen terjerat korupsi, hakim dan jaksa pun ikut dalam kubangan gratifikasi—dengan menjualbelikan pasal-pasal tuntutan dan vonis pengadilan. Ruang penegakan hukum dan pelayanan publik menjadi bancakan. Dalam kaitan pilkada dan pemilu sebagai momen seleksi calon pemimpin rakyat—maka KPU, Bawaslu, dan parpol adalah lembaga yang bertanggung jawab dalam menjaga integritas.

Diperkuat pendapat Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI), Topo Santoso, bahwa maraknya OTT terhadap kepala daerah dan anggota DPRD akibat dari biaya politik yang tinggi selama pilkada. “Uang yang dikeluarkan tidak sebanding dengan penghasilan sebulan,” kata Topo. Belum lagi tuntutan menumpuk modal untuk pemilihan berikutnya.

Perilaku hidup itu tidak jauh beda dengan kehidupan hedonisme. Ini digambarkan seorang murid Aristoteles bernama Aristippus. Tujuan hidup, kata dia, sejatinya kebahagiaan yang diperoleh melalui kesenangan. Uang, seks, mabuk, dan narkoba adalah dibalik dari kebahagiaan itu.

Gaya hedonisme dan realitas politisi saat ini untuk mencari jalan pintas—cepat kaya. Praktik yang dilakukan adalah transaksional, korupsi, arogan, narsisme, menekan rakyat kecil, memuja materialisme. Itu salah satu tujuan utama kekuasaan yang sangat pragmatis.

Semua serbainstan yang memengaruhi kehidupan manusia. Korupsi yang terjadi di daerah karena sifat rakus dan tamak ketika menjadi pejabat publik. Baik itu gubernur, wali kota, maupun bupati yang kena OTT, siapa yang salah? Presiden kah, menteri, atau pengusaha? Harus dicari penyebabnya, dan virus korupsi itu tidak menjalar ke mana-mana.

Negeri ini harus dibenahi. Tak cukup mengampanyekan Gerakan Revolusi Mental. Itu pepesan kosong ketika pejabat diciduk karena kasus korupsi. Patut dicermati bahwa parpol yang mengajukan kepala daerah, lalu setelah terpilih dia melakukan korupsi. Maka, sanksi tegasnya adalah parpol yang mengusungnya harus kehilangan hak untuk mengajukan calon kepala daerah pada periode berikutnya. Berani?

Yang jelas, langkah ini sangat penting untuk mendorong parpol lebih selektif mengajukan calon kepala daerah. Filsuf Plato mengingatkan kekuasaan politik harus dipimpin oleh sosok-sosok yang memiliki kapasitas ilmu dan moral.

Sebentar lagi Pilkada 2018 digelar. Kekuasaan politik hari ini tidak lagi dimaknai sebagai amanah dan tanggung jawab moral, tetapi bagaimana caranya melipatgandakan keuntungan kapital bagi pribadi dan keluarga. Meraih kekuasaan, pemilih dibanjiri dan dimandikan oleh uang.

Anak bangsa tertidur pulas karena kekenyangan. Tak ada lagi yang berpikir tentang nilai dan moral, intelektual, dan integritas. Benteng terakhir untuk memutus rantai korupsi adalah rakyat untuk tidak memilih koruptor. Negeri tidak sadar, angka kemiskinan meningkat karena korupsi sudah mencapai paripurna yang melibatkan penegak hukum. Mereka adalah penjahat, maling duit rakyat! ***

Share Postingan ini :
Previous Post

Lubang Buaya

Next Post

Dua Wanita

Artikel Terkait

Lilin Kecil
Refleksi

Corona Belum Musnah!

Lilin Kecil
Refleksi

Berkalang Limbah

Lilin Kecil
Refleksi

Lampung Mendunia

Lilin Kecil
Refleksi

Bayar Mahal     

Lilin Kecil
Refleksi

Politikus Berakrobat        

Lilin Kecil
Refleksi

Entrepeneur Lokal    

Next Post
Lilin Kecil

Dua Wanita

Lilin Kecil

Sentimen Rasial

Lilin Kecil

Berani Berikrar

Lilin Kecil

Cerdas Berliterasi

Lilin Kecil

Teluk (Tong) Sampah

Artikel Terbaru

Keterangan Ahli Pers Menegakan Wibawa Profesi dan Etika Jurnalistik

Pers sebagai Mitra Strategis dan Penyedia Solusi Konstruktif

Wakabid Pendidikan PWI Pusat Umumkan 31 Wartawan Kompeten UKW PWI Lampung

Buku Transformasi SDM Pendidikan Islam Di Era Globalisasi

Perkuat Fungsi Pers, LPEF Kawal Peningkatan Kualitas SDM

PWI Pusat Tetapkan Marthen Jadi Sekjen, Iskandar sebagai Wakabid Pendidikan

Facebook Twitter Instagram Youtube
Bung Is

Platform Bung Is berperan sebagai repositori media yang menjaga integritas jurnalistik melalui penguatan kompetensi dan etika profesi oleh Dewan Pers juga PWI di era digital. Seluruh konten, termasuk podcast dan opini, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menghadapi tantangan teknologi serta memajukan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Beranda
Refleksi
Bung Is Menyapa
Nuansa
Opini
Buku & Jurnal
Peraturan
Pedoman
Nota Kesepahaman Pers

Aktivitas
Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist