• Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
Kamis, September 17, 2026
Bung Is
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
No Result
View All Result
Bung Is
No Result
View All Result

Srikandi Urus Kemiskinan

Juli 31, 2016
in Refleksi
Lilin Kecil
Share Postingan ini :

SRI Mulyani Indrawati menjadi bintang dalam pengumuman reshuffle menteri kabinet Jokowi-JK, Rabu lalu, 27 Juli 2016. Salah satu tokoh asal Sang Bumi Ruwa Jurai dalam buku 100 Tokoh Lampung versi Lampung Post, srikandi itu membuat harapan baru bagi bangsa ini untuk bangkitnya perekonomian yang masih berjalan tertatih-tatih.

Selain Sri Mulyani, srikandi Jokowi-JK yang diharapkan mampu membenahi negeri ini adalah Susi Pudjiastuti. Pengusaha sukses di bidang perikanan dan penerbangan ini berhasil mengangkat harkat maritim.

Susi mampu menenggelamkan kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Susi adalah sosok menteri wanita yang fenomenal, sukses menggeluti bisnisnya tapi pendidikan formal cukup di bangku SMA.

ArtikelTerkait

Corona Belum Musnah!

Berkalang Limbah

Memang Kabinet Kerja Jokowi-JK yang diumumkan pada Minggu, 26 Oktober 2014, ada nama sederetan perempuan yang berpengaruh dalam memainkan perannya di kabinet. Retno Lestari Priansari Marsudi, wanita pertama yang menjadi Menteri Luar Negeri. Lalu Siti Nurbaya Bakar dipercaya menduduki pos Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Puan Maharani, putri bungsu mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Srikandi lainnya, Nila Farid Moeloek. Dokter mata yang sempat gagal menjadi menteri dalam Kabinet SBY-Boediono itu diminta Jokowi membenahi masalah kesehatan yang karut-marut di negeri ini.

Aktivis perempuan Khofifah Indar Parawansa menjadi Menteri Sosial. Ia juga sempat menduduki posisi Menteri Urusan Peranan Wanita pada era Presiden Gus Dur. Sedangkan Rini Mariani Soemarno didapuk menjadi Menteri BUMN. Srikandi satu ini memang sejak awal sudah ditugasi Jokowi menyiapkan tim transisi pemerintahan.
Perempuan hebat lainnya adalah Yohana Yembise. Srikandi yang datang dari ujung timur Indonesia ini mengisi pos penting dalam Kabinet Kerja Jokowi. Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cendrawasih itu menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dalam sejarah Indonesia, baru kali ini kabinet didominasi kaum hawa. Kita berkeyakinan di tangan wanitalah bangsa ini tumbuh menjadi hebat. Kehalusan yang dimiliki seorang ibu mampu membonsai Nusantara lebih baik. Sosok Mulyani, wanita satu ini berhasil mengelola perekonomian Indonesia melewati krisis keuangan global pada 2008.

***

Channel NewsAsia dalam laporannya menyoroti Sri Mulyani yang mampu mengelola kebijakan ekonomi saat itu sehingga Indonesia lolos dari krisis ekonomi. Laporan Bloomberg juga mengatakan hal yang sama. Pasar saham pun bereaksi positif atas penunjukan mantan Menteri Keuangan era SBY, yang kembali menempati pos lamanya di Kementerian Keuangan.

Mantan bos Sri Mulyani, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, mengatakan pengganti Bambang Brodjonegoro di Kabinet Jokowi itu meningkatkan kepercayaan kinerja Indonesia dan berkontribusi untuk mempromosikan transparansi.

Bank Dunia, kata Jim, merasa kehilangan seseorang pemimpin yang begitu kuat menyuarakan peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin. “Dan kami juga mengagumi keputusan Sri Mulyani untuk kembali melayani negaranya,” kata Jim menjelaskan.

Lalu, apa alasan Jokowi menugaskan Mulyani kembali ke Kementerian Keuangan? Mensesneg Pratikno menjelaskan mantan Menko Perekonomian era SBY memyimpan banyak pengalaman dan memiliki jaringan internasional yang kuat.

“Jaringannya sangat luas, dipercaya di tingkat nasional dan internasional. Keahliannya untuk membantu memperkuat ekonomi Indonesia, mengentaskan kemiskinan, menangani ketimpangan ekonomi, dan sebagainya,” ujar Pratikno.

Kini Mulyani ditugasi negara amat mulia. Wanita kelahiran Tanjungkarang, Lampung, 26 Agustus 1962 itu diharapkan mampu mengurangi kesenjangan ekonomi antardaerah dan membuka lapangan kerja. Dari tangannya, diharapkan bisa menekan jumlah kemiskinan yang saat ini lebih dari 28 juta atau sekitar 11 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Kendati Mulyani disebut-sebut terkait kasus Bank Century dan tuduhan itu dibuktikannya tidak terlibat, sosoknya bisa melesat lagi karena ia mampu mengubah ekonomi bangsa ini lebih baik. Tak salah Mulyani bisa menjadi calon kepala negara karena ia dijuluki wanita Indonesia berpengaruh di masa depan. Majalah Forbes pada 2008 di Singapura menulisnya kala itu.

Akankah srikandi kesembilan Jokowi-JK ini menjadi wanita kedua menjadi presiden setelah Megawati? Mungkin saja. Tergantung kepiawaian Mulyani menerobosnya. Itu dicontohkan calon presiden Amerika, Hillary Clinton, karena sukses meniti karier di Kabinet Obama. Hillary adalah calon presiden perempuan pertama dari Partai Demokrat.

Di Inggris melambung nama wanita Theresa May sebagai perdana menteri pasca-Brexit. Lalu di Brasil muncul perempuan bernama Delma Roesseff jadi presiden. Menuju kursi kepala negara di masa depan, perlu kelihaian menundukan gejolak ekonomi global. Negeri ini, daerah ini, tak patut lagi dipimpin oleh orang yang hanya menguras dan memanfaatkan duit rakyat untuk pencitraan dirinya. ***

Share Postingan ini :
Previous Post

Pokemon Go Menyihir

Next Post

Bikini Bikin Heboh

Artikel Terkait

Lilin Kecil
Refleksi

Corona Belum Musnah!

Lilin Kecil
Refleksi

Berkalang Limbah

Lilin Kecil
Refleksi

Lampung Mendunia

Lilin Kecil
Refleksi

Bayar Mahal     

Lilin Kecil
Refleksi

Politikus Berakrobat        

Lilin Kecil
Refleksi

Entrepeneur Lokal    

Next Post
Lilin Kecil

Bikini Bikin Heboh

Lilin Kecil

Istana Pasir Susunanbaru

Lilin Kecil

Krakatau Menginspirasi

Lilin Kecil

Napas Kebijakan Ekonomi

Lilin Kecil

Mesin Pemusnah Anak

Artikel Terbaru

Keterangan Ahli Pers Menegakan Wibawa Profesi dan Etika Jurnalistik

Pers sebagai Mitra Strategis dan Penyedia Solusi Konstruktif

Wakabid Pendidikan PWI Pusat Umumkan 31 Wartawan Kompeten UKW PWI Lampung

Buku Transformasi SDM Pendidikan Islam Di Era Globalisasi

Perkuat Fungsi Pers, LPEF Kawal Peningkatan Kualitas SDM

PWI Pusat Tetapkan Marthen Jadi Sekjen, Iskandar sebagai Wakabid Pendidikan

Facebook Twitter Instagram Youtube
Bung Is

Platform Bung Is berperan sebagai repositori media yang menjaga integritas jurnalistik melalui penguatan kompetensi dan etika profesi oleh Dewan Pers juga PWI di era digital. Seluruh konten, termasuk podcast dan opini, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menghadapi tantangan teknologi serta memajukan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Beranda
Refleksi
Bung Is Menyapa
Nuansa
Opini
Buku & Jurnal
Peraturan
Pedoman
Nota Kesepahaman Pers

Aktivitas
Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist