• Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
Kamis, September 17, 2026
Bung Is
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
No Result
View All Result
Bung Is
No Result
View All Result

Daging Halal

Mei 31, 2015
in Refleksi
Lilin Kecil

ArtikelTerkait

Corona Belum Musnah!

Berkalang Limbah

Share Postingan ini :

PENGALAMAN pahit yang dialami Tampan Sujarwadi, ketua Rumah Potong Hewan (RPH) Bandar Lampung, adalah pernah diberitakan media luar negeri melakukan “penyiksaan” terhadap sapi yang disembelih. Akibat pemberitaan itu, bisnis pemotongan sapi di RPH miliknya anjlok bahkan hampir bangkrut.
Menurut dia, pemotongan seperti yang dilakukan RPH dinilai cukup baik. Tapi bagi luar negeri, Australia, pemotongan tersebut tidaklah hewani (manusiawi). Sapi terasa disiksa; digulingkan, diikat, lalu disembelih. Yang penting menyebut asma Allah. Pemotongan seperti itu, menurut Tampan, sudah sungguh baik.
Tapi bagi Australia, negara pengeskpor sapi terbesar ke Lampung, pemotongan itu sangat menyedihkan. Sapi yang ingin disembelih dalam keadaan tidak stres sehingga daging renyah dan empuk, tidak keras. “Itu salah satu keuntungan, jika sapi tidak stres saat disembelih,” kata Tampan.
Dia salah satu dari lima pengusaha RPH dari Indonesia yang mendapat kesempatan magang selama sebulan di RPH milik Nolan Meats Pty Ltd, Gympie, Queensland (QLD), Australia. Tampan memperdalam pengetahuan bagaimana menjaga sapi agar sehat, dipotong berdasar syariat Islam, dan tetap higienis ketika dipasarkan.
Selama di Negeri Kanguru, Tampan banyak belajar dari pengalaman yang menimpa RPH miliknya. Dia merupakan utusan dari Pemprov Lampung dengan harapan sepulang ke Tanah Air bisa berbagi pengetahuan mengembangkan RPH berstandar nasional, berteknologi canggih, dan islami. Lampung adalah pemasok terbesar daging ke Jakarta. Masa depan RPH kian berkembang seiring meningkatnya konsumsi daging lokal dan Ibu Kota.
***
Dalam lawatan ke Australia, saya menjumpai Tampan Sujarwadi yang sedang magang di RPH Nolan Meats Pty Ltd, Gympie, Queensland (QLD). RPH berstandar internasional dan memiliki sertifikat halal itu milik Terry Nolan. Sebelum sapi disembelih, ada empat jenis vaksin yang harus disuntikkan ke tubuh hewan. Vaksin itu untuk menjaga kesehatan sapi sampai dipotong.
Sungguh fantastis, RPH Terry Nolan dalam seharinya memotong sapi sampai 570 ekor atau 130 ton. Saya bersama lima awak media nasional dan staf kedutaan Australia, mulai melihat sapi digiring ke tempat pemotongan sampai pengolahan daging yang siap dikirim ke mancanegara, termasuk Indonesia.
Untuk menjaga higienitas, setiap orang termasuk pegawai Nolan, tidak terkecuali pemilik sendiri, harus mengenakan pakaian berwarna putih—sepatu bots, penutup rambut, serta memakai topi helm. Itulah standard operating procedure (SOP) yang harus dipenuhi pegawai dan pengunjung sebelum masuk ke kawasan pengolahan daging hingga pengepakan.
Sapi yang hendak dipotong di RPH Nolan ternyata tidak hanya memperhatikan kesejahteraan hewan, tetapi juga menjaga kualitas daging. Maka itu, Nolan dan pegawainya memilih sapi yang memiliki kandungan gula darah yang cukup. Jika darahnya rendah, daging yang dihasilkan berwarna gelap dan tidak tahan lama.
Memang sapi yang akan dipotong dimanjakan oleh pegawai Nolan. Sapi itu dimandikan terlebih dahulu biar segar. Tujuannya, agar sapi yang menghadapi kematian merasa rileks dan tidak stres. Mulailah sapi digiring dalam satu lorong yang menanjak, pas dengan tubuhnya. Ketika sapi dipotong, sapi di belakangnya tidak boleh masuk. Proses penyembelihan ini tidak dilihat oleh sapi di belakangnya.
Di tempat inilah, saya melihat proses penyembelihan secara halal yang dilakukan pegawai Nolan. Terlebih dahulu sapi dipingsankan oleh sebuah alat mengenai kepalanya. Setelah pingsan, sapi digulingkan di tempat penyembelihan. Petugas beragama Islam membuka mata sapi. Jika tidak ada reaksi, barulah disembelih. Di RPH Nolan ini, ada tujuh muslim secara bergantian melakukan penyembelihan berdasar syariat Islam.
***
Sertifikat halal RPH Nolan diperoleh dari Pemerintah Australia dan organisasi Islam serta ulama Australia. Organisasi Islam inilah yang melakukan audit proses penyembelihan. Ketika stunning (sapi dipingsankan) berlangsung, ada yang belum pingsan tetapi sudah disembelih. Maka sapi tersebut lalu diberi label sebagai daging sapi nonhalal.
Daging sapi itu dipisahkan dan tidak akan dikirim ke negara-negara berpenduduk Islam seperti Indonesia. Dagingnya dikonsumsi dalam negeri seperti Australia yang tidak membutuhkan sertifikat halal. Bagaimana di Lampung? Menurut Tampan Sujarwadi, Bandar Lampung sudah memiliki tiga RPH bersertifikat halal—dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ketika masa kecil dulu, saya diajar kakek bagaimana menyembelih hewan secara halal. Dalam Alquran Surah Al-An’am Ayat 121, artinya: “Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang ketika disembelih tidak menyebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan.” Tidak itu saja, bagi penyembelih menghadap kiblat dan pisau yang digunakan haruslah tajam. Pisau itu harus memutus urat saluran makan (kerongkongan) dan saluran napas (tenggorokan).
Para petugas di RPH Nolan, dalam proses penyembelihan memiliki waktu 40 detik sebelum sapi berikutnya datang. Waktu tersebut digunakan untuk mengganti pisau baru. Pisau yang baru itu dipakai lalu disterilkan. Petugasnya juga harus mencuci tangan sampai bersih, barulah dia memegang sapi berikutnya.
Memang berbicara daging sungguh mengasyikkan. Mulai dari beratnya 1 ons sampai puluhan ton. Lampung surga bagi pembisnis daging karena provinsi ini ditunjuk Pemerintah Pusat sebagai daerah produsen daging sapi. Lampung juga memiliki 11 perusahaan penggemukan sapi (feedlot).
Tapi belakangan, Lampung tercoreng karena tempat beredarnya daging celeng, babi hutan. Celeng yang diburu dari berbagai daerah di Sumatera bagian selatan (Sumsel, Jambi, Bengkulu, dan Lampung) itu ditangkap di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, beberapa minggu terakhir ini. Jumlah yang sangat fantastis itu siap dikonsumsi di Jakarta dan sekitarnya.
Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Lampung harus mengantisipasi permintaan daging untuk kebutuhan lokal dan daerah lainnya. Permintaan daging yang besar itu, jangan sampai daging sapi dioplos dengan daging celeng. Walaupun sapinya disembelih secara halal, jika dicampur celeng menjadi haram bagi muslim yang mengonsumsinya. ***

Share Postingan ini :
Previous Post

Sapi Betina

Next Post

Satu untuk Lampung

Artikel Terkait

Lilin Kecil
Refleksi

Corona Belum Musnah!

Lilin Kecil
Refleksi

Berkalang Limbah

Lilin Kecil
Refleksi

Lampung Mendunia

Lilin Kecil
Refleksi

Bayar Mahal     

Lilin Kecil
Refleksi

Politikus Berakrobat        

Lilin Kecil
Refleksi

Entrepeneur Lokal    

Next Post
Lilin Kecil

Satu untuk Lampung

Lilin Kecil

Tidurlah Bersama Barbie

Lilin Kecil

Fenomena Pernong

Lilin Kecil

Ikan untuk Cicit

Lilin Kecil

Alutsista Heboh

Artikel Terbaru

Keterangan Ahli Pers Menegakan Wibawa Profesi dan Etika Jurnalistik

Pers sebagai Mitra Strategis dan Penyedia Solusi Konstruktif

Wakabid Pendidikan PWI Pusat Umumkan 31 Wartawan Kompeten UKW PWI Lampung

Buku Transformasi SDM Pendidikan Islam Di Era Globalisasi

Perkuat Fungsi Pers, LPEF Kawal Peningkatan Kualitas SDM

PWI Pusat Tetapkan Marthen Jadi Sekjen, Iskandar sebagai Wakabid Pendidikan

Facebook Twitter Instagram Youtube
Bung Is

Platform Bung Is berperan sebagai repositori media yang menjaga integritas jurnalistik melalui penguatan kompetensi dan etika profesi oleh Dewan Pers juga PWI di era digital. Seluruh konten, termasuk podcast dan opini, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menghadapi tantangan teknologi serta memajukan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Beranda
Refleksi
Bung Is Menyapa
Nuansa
Opini
Buku & Jurnal
Peraturan
Pedoman
Nota Kesepahaman Pers

Aktivitas
Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist