DUNIA melihat betapa hebatnya adat budaya di negeri Nusantara ini. Itulah yang diperlihatkan Joko Widodo (Jokowi) ketika menikahkan anaknya Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. Dari Kota Solo hingga Medan, rangkaian pesta adat pernikahan menyita perhatian anak bangsa juga mancanegara. Kahiyang adalah putri kesayangan Presiden Jokowi, sedangkan Bobby adalah putra mantan Dirut PTPN 7 Lampung.
Dua budaya yakni Jawa dan Batak Mandailing menjadi satu. Kita adalah Indonesia, Indonesia adalah kita. Tak ada lagi yang membedakannya, ketika dua anak bangsa merajut mahligai rumah tangga. Yang ada hanyalah kemeriahan, kegembiraan. Pernikahan Kahiyang Ayu Siregar dan Bobby Afif Nasution adalah kapitalisasi budaya. Semua adat dimunculkan.
Pelaminan pada sesi II resepsi anak presiden di Medan, Sabtu (25/11) pekan lalu, sangat bernuansa Nusantara memadukan sejumlah budaya. Di pelaminan Kahiyang-Bobby, berbentuk rumah tradisional khas Batak dengan atap dari rumbia dengan hiasan warna merah, putih, serta hitam. Sementara hiasan jendela, pintu, dan lampu bercirikan rumah adat Betawi. Belum lagi bantal di pelaminan bercorak kain songket.
Pernikahan kental dengan adat budaya. Bahkan, pada resepsi pernikahan sesi II di Medan, juga dihadiri sultan, raja, serta permaisuri dari 25 keraton Nusantara dengan berpakaian lengkap kebesaran kerajaan masing-masing. Adalah Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan Ke-23 Paduka Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong diundang secara resmi untuk memberikan doa restu.
Pernikahan putri Presiden ini, kata Pangeran Edward, memiliki pesan dan makna dalam pelestarian budaya nusantara. Prosesi adat di pernikahan menjadi bagian perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Hal lain dari pernikahan tersebut, bagaimana sosok Presiden begitu merakyat, sehingga ribuan anak bangsa ikut merasakan kebahagiaan dari pernikahan putri Jokowi mulai dari Surakarta hingga Medan,” kata Edward.
Budaya negeri ini, jelas Edward Pernong, memiliki komitmen yang kuat terhadap keutuhan NKRI. Pelestarian adat dan budaya yang disokong oleh presiden memberi warna terhadap keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Bahkan, masyarakat Medan sangat antusias menyaksikan kirab budaya yang dilakukan sebelum resepsi pernikahan.
Kahiyang-Bobby benar-benar perkawinan budaya. Tak hanya Mandailing, masyarakat Tapanuli berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang terus merajut 714 suku dengan 1.100 bahasa ibu. Bahkan, Ruhut Sitompul, seorang pengacara berucap, raja-raja ikut hadir di pesta adat. Semangat pluralitas dan kebersamaan ditunjukkan kembali. “Pesta ini betul-betul meneladani apa yang Pak Jokowi harapkan,” kata Ruhut.
***
Tak hanya di Surakarta. Di Medan pun ada kirab budaya. Kirab sejauh 2,6 kilometer, terdapat tujuh kereta kencana membawa pengantin Kahiyang-Bobby. Jokowi bersama istri dan anak ikut serta dalam kirab yang berhias kain ulos. Tak ketinggalan Kahiyang Ayu pun disidang oleh tokoh adat Mandailing untuk diberikan gelar marga Siregar.
Karena itu, kata tokoh Mandailing, Jokowi secara tak langsung juga menyandang marga tersebut. “Pak Jokowi otomatis jadi marga Siregar,” tutur Presiden Siregar Seluruh Dunia, Muhammad Yusuf Siregar. Jokowi dan istri ketika tiba di kediaman orang tua Bobby disambut dengan tari Tor Tor mundur yang diiringi alunan gordang sambilan di depan pintu gerbang.
Makna penyambutan itu sebagai tanda kebesaran hati bagi keluarga. Tidak ketinggalan tokoh adat dalam struktur suku Mandailing—ikut memberikan sumbangan kerbau. Jumlah kerbau 20 ekor, tapi yang disembelih satu ekor sebagai simbol landasan upacara adat. Dan tidak hanya peristiwa budaya dalam pernikahan itu, akan tetapi memiliki nilai wisatanya.
Rangkaian pesta pernikahan di Solo menjadi perhatian wisatawan mancanegara. Ini menyadarkan dunia pariwisata internasional bahwa budaya Indonesia sangat banyak dan menarik untuk dipelajari. Apalagi ada pemberian gelar marga dan pesta adat seperti di Mandailing menjadi perhatian dunia internasional.
Adalah Presiden Amerika Donald Trump menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi atas pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Trump menyampaikannya pada Gala Dinner Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) di Sheraton Resort Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11). Tak ketinggalan PM Kanada Trudeau dan PM Australia Malcolm Turnbull ikut memberikan ucapan selamat.
Dunia bersukacita atas perkawinan Kahiyang-Bobby karena memunculkan adat dan budaya di negeri ini. Bahkan, Islam Nusantara tergambar dari serangkaian prosesi pernikahan kedua anak bangsa ini di Surakarta, Selasa (7/11). Turut memberikan khotbah nikah dalam acara sakral itu adalah Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama (NU) Said Aqil Siroj.
Tak ketinggalan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nasir memimpin doa usai acara akad nikah Kahiyang-Bobby. Kiai Said Aqil mengatakan pernikahan putri Presiden ini menjadi perlambang Islam Nusantara. Di situ ada Syafii Maarif dan Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin, tokoh keberagaman ikut menyaksikan acara sakral bagi keluarga Jokowi.
Tidak ada yang berlebihan. Ini kali terakhir Presiden menikahkan anak perempuan. Meski dikritik oleh lawan politik, semua memberikan doa restu. Karena rangkaian resepsi pernikahan Kahiyang-Bobby—ada pesan tersirat bahwa Jokowi menjaga tradisi adat dan budaya, meneguhkan kebinekaan di negeri ini, serta merajut keberagaman. ***


