• Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
Kamis, September 17, 2026
Bung Is
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang
No Result
View All Result
Bung Is
No Result
View All Result

Restorasi Lampung

Oktober 9, 2016
in Refleksi
Lilin Kecil

ArtikelTerkait

Corona Belum Musnah!

Berkalang Limbah

Share Postingan ini :

JEPANG mungkin tidak sehebat sekarang ini, jika tidak mengubah perilaku buruk bangsanya. Adalah Mutsuhito atau dikenal Kaisar Meiji melakukan perubahan besar di segala sektor kehidupan sehingga Jepang mampu menyamai negara-negara maju di belahan Eropa. Sang kaisar mendobrak kehidupan feodal Jepang dari masyarakat tertutup menjadi terbuka.
Di era pemerintahannya, terhitung 1867—1912, Negeri Matahari Terbit melesat setelah melakukan modernisasi di segala bidang. Kaisar ke-122 merestorasi—mengubah cara hidup, sehingga Jepang menjadi kekuatan besar dunia modern. Restorasi Meiji mampu melakukan transformasi politik serta struktur sosial. Jepang menjadi negara tak tertandingi.
Negeriku perlu berkaca, bagaimana menata negara yang pernah terpuruk pasca-Perang Dunia II. Jepang mampu bangkit dari kehancuran. Kini Partai NasDem yang dimotori Surya Paloh mengumandangkan Gerakan Restorasi Indonesia. Platformnya, memulihkan negeri ini dengan memperbaiki kehidupan rakyat dan pemulihan kebijakan internasional.
Di Bandar Lampung, Sabtu (8/10), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan pencerahan di hadapan 3.000 mahasiswa se-Lampung, antara lain Universitas Lampung, IAIN Raden Intan Lampung, di kampus Informatics and Business Institut (IBI) Darmajaya. Dalam kuliah umumnya, Paloh mengupas gerakan restorasi yang digadang partainya.
“Gerakan ini merupakan solusi krisis kepribadian yang dialami bangsa Indonesia. Ketertinggalan dalam kemajuan teknologi dan pembangunan infrastruktur dapat dikejar dengan cepat, tapi ketertinggalan moral tidak bisa sesingkat itu. Membutuh proses yang panjang,” katanya. Seluruh anak bangsa harus mengejar ketertinggalan itu.
Aktivis pendiri Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) dan Pemuda Panca Marga (PPM) itu menilai bangsa Indonesia terjebak dalam budaya serbainstan yang melahirkan politik pencitraan. “Mau gelar sarjana tapi tidak perlu sekolah. Mau kaya tidak mau berusaha. Mau menjadi ketua partai, tapi tidak memiliki basis sosial. Yang penting modal uang. Termasuk mau menjadi calon presiden kalau bisa lawannya mati cepat. Termasuk juga mau mengikuti pilkada lalu menyebarkan isu negatif kepada lawan. Semua serbainstan,” kata Paloh prihatin.
Semuanya serbapragmatis, serba ingin instan. Semuanya disulap dengan transaksional menyebabkan manusia Indonesia menjadi anak bangsa superindividualistik. Paloh sangat prihatin, karena sebagian rakyat di negeri ini tak lagi memegang identitas sebagai bangsa yang gemar bergotong royong. The five principles—Pancasila sudah tergerus.
***
Bangsa yang masih mencari jati diri. Karena masih saja membuang energi dan waktu yang tidak perlu. Indonesia perlu membangun kembali karakter sebagai negara beragam. Founding father merumuskan ideologi Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Tapi Pancasila digerus untuk kepentingan sesaat. Bersandar Pancasila, Paloh menggagas trilogi Restorasi Indonesia—mewujudkan rakyat sejahtera, bangsa bermartabat, negara yang kuat.
Adalah Lampung. Provinsi di ujung selatan Sumatera ini perlu merestorasi dirinya. Dari Lampung untuk Indonesia. Mengejar ketertinggalan dari segala sektor kehidupan. Lampung perlu memperkokoh fondasi sebagai daerah beragam kehidupan. Di sinilah, sebuah keunggulan Lampung—hidup berdampingan, penuh toleran dengan berbagai suku dan agama. Lampung hebat! Modal utama menjadi daerah kaya raya.
Seorang tokoh adat Lampung, Edward Syah Pernong, melihat kehidupan budaya daerah ini telah menjiwai nilai-nilai Pancasila. Keanekaragaman adat Saibatin dan Pepadun mengusung spirit kolektivisme (untuk Saibatin) dan demokratis (Pepadun). Ini modal besar tatanan kehidupan harmonis dalam mewujudkan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Lampung.
Seperti sila ketiga dalam Pancasila, masyarakat adat Lampung disimbolkan dalam nengah nyapur. Anak bangsa menyadari peran kemanusiaannya, selalu menjaga persatuan. Bergaul secara terbuka, ikut berpartisipasi dan bergotong royong. Masyarakat adat ikut juga terlibat dalam upacara adat, membentuk kerapatan sosial, juga saling menghormati satu sama lain.
Banyak kasus di masyarakat, seperti kekerasan seksual, kriminalitas, peredaran narkoba, dan tumbuh subur aliran radikalisme karena lunturnya nilai Pancasila. Pendidikan agama dalam keluarga dan sekolah kian jauh akibat pola hidup berpandangan sekuler. Pendidikan informal, khususnya keluarga, memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan karakter anak bangsa. Dan pengetahuan serta pergaulan sosial diperoleh melalui pendidikan formal. Siapa dan kapan harus memulainya?
Untuk mengubah kebiasaan buruk, bangsa ini perlu melakukan perubahan yang sangat radikal dan sistematis. Karena memang, rakyat masih memilih tempat yang nyaman. Sedangkan kehidupan sangat dinamis. Dulu tidak ada kejahatan dunia maya, kini merebak sampai ke dunia anak-anak.
Dulu juga pengguna narkoba hanya beredar di kota besar, kini merebak hingga pelosok desa. Dulu paham radikal hanya sebatas sekelompok masyarakat, kini sudah dikendalikan jaringan internasional. Jika negeriku ini tidak sadar-sadar dan berubah, kehancuran pasti datang. Semua pada sibuk pencitraan. ***

Share Postingan ini :
Previous Post

Uji Nyali Pilkada

Next Post

Kotak Korek Api

Artikel Terkait

Lilin Kecil
Refleksi

Corona Belum Musnah!

Lilin Kecil
Refleksi

Berkalang Limbah

Lilin Kecil
Refleksi

Lampung Mendunia

Lilin Kecil
Refleksi

Bayar Mahal     

Lilin Kecil
Refleksi

Politikus Berakrobat        

Lilin Kecil
Refleksi

Entrepeneur Lokal    

Next Post
Lilin Kecil

Kotak Korek Api

Lilin Kecil

Cermin Buruk di Sawah Lama

Lilin Kecil

Diurut Nomor Cabut

Lilin Kecil

Hidayah untuk Ahok

Lilin Kecil

Pelacuran Keyakinan

Artikel Terbaru

Keterangan Ahli Pers Menegakan Wibawa Profesi dan Etika Jurnalistik

Pers sebagai Mitra Strategis dan Penyedia Solusi Konstruktif

Wakabid Pendidikan PWI Pusat Umumkan 31 Wartawan Kompeten UKW PWI Lampung

Buku Transformasi SDM Pendidikan Islam Di Era Globalisasi

Perkuat Fungsi Pers, LPEF Kawal Peningkatan Kualitas SDM

PWI Pusat Tetapkan Marthen Jadi Sekjen, Iskandar sebagai Wakabid Pendidikan

Facebook Twitter Instagram Youtube
Bung Is

Platform Bung Is berperan sebagai repositori media yang menjaga integritas jurnalistik melalui penguatan kompetensi dan etika profesi oleh Dewan Pers juga PWI di era digital. Seluruh konten, termasuk podcast dan opini, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menghadapi tantangan teknologi serta memajukan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Beranda
Refleksi
Bung Is Menyapa
Nuansa
Opini
Buku & Jurnal
Peraturan
Pedoman
Nota Kesepahaman Pers

Aktivitas
Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Refleksi
  • Nuansa
  • Opini
    • Bedah Tajuk
  • Buku & Jurnal
  • Aktivitas
    • Podcast Bung Is Menyapa
  • Tentang

© 2026 - Bungis.id - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist